Search

Festival Kampung Seraong Disambut Meriah Warga: Bukti Budaya dan Ekonomi Bisa Bergerak Bersama

Rabu, 11 Juni 2025
Foto : Suasana di Festival Kampung Seraong.

Liputanborneo.com, Tenggarong — Festival Kampung Seraong resmi dibuka pada Selasa, 10 Juni 2025, di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, dan langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati area festival sejak pagi, menikmati hiburan budaya sekaligus mendukung geliat ekonomi desa lewat bazar UMKM.

Suasana festival begitu hidup. Anak-anak, orang tua, hingga remaja desa berbaur dalam keceriaan menyaksikan pertunjukan seni tradisional, mencicipi kuliner khas, dan membeli produk lokal. Festival ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan dan harapan baru bagi pembangunan desa.

“Sudah lama kami tidak punya acara sebesar ini. Anak-anak senang, orang tua bisa lihat pertunjukan tradisional, dan kami juga bisa belanja produk-produk lokal,” ucap seorang warga Jembayan Tengah.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyampaikan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah kecamatan dan desa dalam menjalankan arahan Pemkab Kukar. Ia menekankan pentingnya menghadirkan UMKM dalam setiap kegiatan budaya sebagai upaya konkrit peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap kegiatan budaya dan pariwisata harus melibatkan UMKM. Ini cara kita menggerakkan ekonomi desa dari bawah,” tegas Ardiansyah.

Partisipasi warga bukan hanya sebagai penonton. Banyak yang turut menjadi relawan, panitia, hingga pelaku usaha yang menjual produk olahan mereka. Keterlibatan ini menciptakan rasa memiliki yang kuat terhadap kegiatan desa.

Festival ini juga menjadi contoh nyata implementasi program Kukar Idaman, yang bertujuan membangun desa mandiri, berdaya secara ekonomi, dan hidup secara budaya. Semangat gotong royong yang tercermin dari acara ini menjadi modal sosial berharga untuk pembangunan desa ke depan.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, Festival Kampung Seraong bukan hanya peristiwa tahunan, melainkan momentum kebangkitan budaya dan ekonomi lokal yang layak dipertahankan secara rutin. (Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA