LiputanBorneo, Kutai Kartanegara – Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menegaskan pengawasan terhadap bantuan keuangan (bankeu) Rp50 juta per RT harus dilakukan dengan sistematis dari tahap paling bawah. Fokusnya adalah agar dana tersebut benar-benar tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Di wilayahnya, Kecamatan Kota Bangun Darat telah menetapkan 122 RT sebagai penerima manfaat bankeu, yang berarti total dana yang digelontorkan mencapai Rp6,10 miliar. Besaran alokasi ini menjadi salah satu alasan pengawasan diperketat.
Untuk memastikan akuntabilitas, Julkifli menyatakan bahwa pengawasan dilakukan mulai dari tingkat desa dan BPD. “Jadi sebelum ke kami (kecamatan), di desa ada pengawasan seperti pemerintah desa sendiri dan BPD. Pihak kecamatan memiliki tim verifikasi yang melibatkan para kepala seksi, pak sekcam dan saya sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Julkifli, fungsi pengawasan tidak hanya berada di kecamatan, tetapi melekat pada tiga level pemerintahan. Pemerintah desa dan BPD harus ikut aktif mendeteksi potensi penyalahgunaan dana serta memastikan penggunaannya sesuai rencana awal.
Tim verifikasi yang dibentuk kecamatan tidak hanya mengandalkan laporan administratif; mereka juga turun langsung ke lapangan. Pengecekan fisik proyek di RT dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaporkan benar-benar terwujud sebagaimana spesifikasi.
Tak kalah penting, masyarakat diimbau ikut dalam pengawasan sosial. Julkifli berharap warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pengawas agar pelaksanaan program pembangunan terjadi secara transparan.
Penguatan pengawasan ini bagian dari strategi percepatan pembangunan berbasis komunitas yang digagas Pemerintah Kabupaten Kukar. Program bankeu dijadikan instrumen untuk mendekatkan pelayanan dan infrastruktur kepada masyarakat di lingkungan RT.
Julkifli optimis bahwa dengan mekanisme pengawasan berjenjang dan partisipasi masyarakat, program Rp50 juta per RT ini akan membawa perubahan nyata. Ia berharap dana ini tidak sekadar menjadi “proyek pembagian dana” tetapi menjadi pemicu semangat gotong-royong dan kemandirian di setiap RT
Adv/DiskominfoKukar





