Search

Polres Kukar Ungkap 79 Kasus Narkoba, Peredaran Masih Jadi Ancaman Serius

Rabu, 15 April 2026

Liputanborneo.com, TENGGARONG — Peredaran narkotika di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi ancaman serius yang terus dihadapi aparat penegak hukum. Hal ini tercermin dari capaian Polres Kukar yang berhasil mengungkap 79 kasus narkoba hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun 2026.

Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, menyampaikan bahwa dari total kasus tersebut, polisi telah menetapkan 103 tersangka. Mayoritas pelaku merupakan laki-laki sebanyak 97 orang, sementara perempuan tercatat sebanyak 6 orang. Angka ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih melibatkan berbagai kalangan.

Barang bukti yang berhasil diamankan juga tergolong besar. Polisi menyita lebih dari 3,6 kilogram sabu, 1.140 butir obat keras jenis L, serta ratusan gram ganja. Selain itu, uang tunai senilai lebih dari Rp65 juta turut diamankan sebagai bagian dari hasil kejahatan narkotika.

Salah satu pengungkapan yang menjadi sorotan adalah kasus jaringan sabu seberat 1,5 kilogram di Loa Janan. Kasus ini dinilai menggambarkan bahwa peredaran narkoba di Kukar tidak lagi berskala kecil, melainkan telah terorganisir dengan pola distribusi yang rapi.

Kapolres menilai kondisi ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan strategi penindakan, termasuk memperkuat pengawasan terhadap jalur distribusi dan memanfaatkan teknologi untuk melacak aktivitas peredaran yang semakin kompleks.

Di sisi lain, pendekatan preventif juga dinilai penting. Edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, perlu terus digencarkan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika yang berdampak buruk bagi masa depan.

Khairul menambahkan, pengungkapan kasus dalam jumlah besar tidak boleh dimaknai sebagai keberhasilan semata, tetapi juga sebagai indikator bahwa peredaran narkoba masih masif dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.

Dengan sinergi antara penegakan hukum, pencegahan, dan keterlibatan masyarakat, Polres Kukar berharap upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif dan mampu menekan angka peredaran di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

BERITA LAINNYA