TENGGARONG – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap tumbuh dari langkah-langkah sederhana, namun konsisten. Hal itu tercermin dari perjalanan Eskrimku, sebuah usaha es krim yang kini dikenal di kalangan pengunjung Tangga Arung Square di Tenggarong.
Bagi pemiliknya, Resa Adira Dewi, menjalankan usaha bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang mengatur strategi agar bisnis tetap berjalan. Ia menilai, perputaran modal menjadi faktor utama yang harus dijaga agar usaha kecil dapat bertahan.
Resa membangun sistem operasional yang relatif rapi sejak awal. Ia mengatur jadwal berjualan berdasarkan pola keramaian di beberapa titik. Dengan cara ini, Eskrimku tidak bergantung pada satu lokasi saja, sehingga potensi pendapatan bisa lebih stabil dari waktu ke waktu.
Selain itu, ia juga mengatur jam operasional berdasarkan trafik pengunjung. Waktu siang hingga sore menjadi periode utama penjualan, sementara sore hari sering menjadi puncak transaksi ketika keluarga dan anak-anak mulai memadati area publik tersebut. Es krim dipilih karena merupakan produk yang mudah dikonsumsi dan sering dibeli secara spontan.
Dari sisi produk, Resa memilih es krim karena memiliki daya tarik lintas usia dan relatif aman dalam penyimpanan. Produk tersebut juga tidak cepat rusak sehingga cocok dijual di area publik yang ramai dengan mobilitas pengunjung tinggi.
Pendekatan bisnis yang ia terapkan juga menitikberatkan pada efisiensi operasional. Hingga saat ini, seluruh aktivitas usaha masih dijalankan sendiri tanpa tambahan karyawan. Cara ini membuat biaya operasional dapat ditekan sekaligus memudahkan pengawasan terhadap kualitas layanan.
Dalam praktiknya, Resa melihat bahwa keberhasilan usaha kecil tidak selalu ditentukan oleh ukuran tempat atau besarnya investasi awal. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan membaca pasar, menentukan lokasi yang tepat, serta menjaga konsistensi operasional setiap hari.
Ia menilai bahwa banyak pelaku UMKM sering terjebak pada pencarian tempat murah, namun kurang mempertimbangkan potensi keramaian. Padahal, menurutnya, arus pengunjung yang stabil justru menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan usaha.
Dengan pola kerja yang teratur, Eskrimku perlahan berkembang sebagai usaha kecil yang memiliki sistem. Bagi Resa, kunci utamanya sederhana: memastikan modal terus berputar, biaya sewa tertutupi, dan transaksi tetap berjalan setiap hari. Dari prinsip itu, ia berharap usahanya dapat terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar lokal.





