Liputanborneo.com, TENGGARONG – Selain menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk perbaikan jalan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) juga memfokuskan perhatian pada pembenahan sistem drainase sebagai solusi jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan yang terus berulang akibat aliran air yang tidak tertangani dengan baik.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa persoalan utama di sejumlah titik kerusakan jalan, khususnya di Jalan Wolter Monginsidi, adalah sistem aliran air yang belum optimal. Oleh karena itu, perbaikan tidak hanya dilakukan di permukaan jalan, tetapi juga menyasar infrastruktur bawahnya.
Menurutnya, pemerintah akan membangun bak kontrol atau box culvert sebagai bagian dari sistem drainase baru. Infrastruktur ini dirancang untuk mengalirkan air secara langsung ke sungai agar tidak lagi menggenangi badan jalan.
“Kalau tidak kita buatkan saluran pembuangan sampai ke sungai, persoalan ini akan terus terulang. Karena ini memang jalur air,” ujarnya.
Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta guna pembangunan bak penampungan air sebagai solusi sementara sebelum proyek besar direalisasikan.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menambahkan bahwa beberapa titik lain juga masuk dalam rencana perbaikan, termasuk kawasan di depan rumah Ketua DPRD. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan tingkat urgensi masing-masing lokasi.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas. Pemerintah akan memfokuskan penanganan pada titik yang paling membutuhkan intervensi cepat.
“Kita fokus dulu pada yang paling mendesak. Karena keinginan tidak selalu sejalan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Pemkab Kukar memastikan seluruh perbaikan, baik jalan maupun drainase, akan dilakukan secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan penanganan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.





