Search

Kratom Dilirik Jadi Komoditas Unggulan Baru, Kukar Bidik Pasar Ekspor Global

Rabu, 1 April 2026

Liputanborneo.com, TENGGARONG – Tanaman kratom mulai dilirik sebagai komoditas unggulan yang berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), di tengah keterbatasan fiskal daerah yang tidak sebesar sebelumnya. Potensi ini dinilai semakin relevan seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk berbasis kratom.

Kratom merupakan tanaman endemik yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Populasinya tersebar di Kalimantan, Sumatera, hingga Papua, dan umumnya tumbuh subur di lahan basah seperti sempadan sungai dan danau dengan iklim panas serta lembap. Salah satu wilayah penghasil terbesar berada di sepanjang aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat.

Di Kalimantan Timur, khususnya Kukar, kratom telah berkembang menjadi komoditas budidaya yang diolah menjadi berbagai produk, termasuk pil herbal. Saat ini, komoditas tersebut ditopang oleh lebih dari 12 ribu petani yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan konsentrasi terbesar di Kota Bangun hingga Tabang, serta sebagian di Loa Kulu dan Tenggarong Seberang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menilai potensi kratom perlu dimaksimalkan melalui strategi yang tepat. Ia menyebut, produksi kratom di Kukar saat ini mencapai 200 hingga 300 ton per bulan. Jika diolah menjadi ekstrak, nilai jualnya meningkat signifikan, dengan harga di pasar internasional berkisar antara 2.000 hingga 3.000 dolar Amerika Serikat per kilogram.

“Ini peluang besar yang harus kita tangkap bersama. Kratom bisa menjadi komoditas ekspor unggulan Kukar jika dikelola secara maksimal,” ujarnya. Dengan asumsi produksi bersih mencapai 100 ton per tahun, potensi nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain produksi bahan mentah, Kukar juga memiliki keunggulan pada sektor hilirisasi. Tenggarong Seberang menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang telah memiliki pabrik pengolahan kratom menjadi ekstrak. Keunggulan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing di pasar global, yang saat ini mencakup negara-negara seperti Amerika Serikat, Thailand, hingga Republik Ceko. Dengan dukungan kebijakan dan pengelolaan yang tepat, kratom diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kukar.

BERITA LAINNYA