Liputanborneo.com, TENGGARONG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan pameran kearsipan yang mengangkat perjalanan sejarah daerah melalui konsep edukatif berbasis zona tematik. Kegiatan ini digelar di Aula Gedung Perpustakaan Umum selama dua hari, mulai 9 hingga 10 April 2026.
Mengusung tema “Jejak Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara”, pameran tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan panjang Kukar dari masa ke masa.
Kepala Diarpus Kukar, Ridha Darmawan, menyampaikan bahwa pameran ini tidak sekadar menampilkan arsip, tetapi juga mengajak pengunjung menelusuri perkembangan daerah secara kronologis melalui lima zona utama.
“Pameran kearsipan ini kita bagi menjadi lima zona. Pertama tentang kesultanan atau kerajaan, kedua era kolonial, ketiga pembentukan otonomi daerah, keempat arsip modern, dan kelima digitalisasi arsip,” ujarnya saat ditemui, Kamis (9/4/2026).
Setiap zona menghadirkan jenis arsip yang berbeda, mulai dari dokumen tertulis hingga arsip visual. Pada zona kolonial, misalnya, pengunjung dapat melihat berbagai foto lama yang menggambarkan aktivitas masyarakat pada masa itu, termasuk sektor pertambangan, ekonomi, dan kehidupan sosial budaya.
“Foto-foto itu merupakan arsip visual. Selain itu, ada juga arsip tekstual seperti SK pembentukan daerah otonomi Kutai Kartanegara,” jelas Ridha.
Ia menambahkan, arsip yang ditampilkan tidak hanya terbatas pada dokumen masa lampau, tetapi juga mencakup kegiatan masa kini yang terdokumentasi. Arsip tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dalam catatan sejarah daerah di masa mendatang.
“Arsip itu bisa berupa perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil pembangunan. Ketika sudah memiliki nilai sejarah, maka akan menjadi arsip statis,” katanya.
Selain menghadirkan arsip konvensional, pameran ini juga menampilkan perkembangan pengelolaan arsip berbasis digital. Di zona digitalisasi, berbagai dokumen telah dialihmedia ke dalam bentuk digital, seperti foto, video, hingga film dokumenter.
Pengunjung juga diberikan pengalaman berbeda melalui ruang teater yang menayangkan arsip audio visual tentang sejarah Kukar. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Melalui kegiatan ini, Diarpus Kukar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip semakin meningkat. Arsip dinilai tidak hanya sebagai dokumen, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan perjalanan sejarah daerah.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa berkunjung dan melihat arsip kita, mulai dari zaman kesultanan, kolonial, hingga modern,” tutup Ridha.







