Search

Duka Mendalam di Kota Tual: Kronologi Dugaan Penganiayaan Bocah 14 Tahun oleh Oknum Brimob

Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Pelaku Penganiayaan, Bripda Masias Siahaya, Anggota Satbrimob Polda Maluku.

Liputanborneo.com, KOTA TUAL – Suasana duka menyelimuti keluarga seorang bocah berusia 14 tahun yang meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh oknum anggota Brimob di Kota Tual. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pagi dan langsung menjadi perhatian masyarakat setempat karena melibatkan aparat keamanan serta korban yang masih berstatus pelajar.

Kejadian bermula ketika korban bersama kakaknya melintas menggunakan sepeda motor di salah satu ruas jalan kota setelah beraktivitas pada pagi hari. Saat melintasi kawasan tersebut, mereka melewati seorang anggota Brimob yang sedang berada di pinggir jalan. Situasi yang awalnya terlihat biasa tiba-tiba berubah menjadi insiden yang berujung tragedi.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi, oknum aparat tersebut diduga memukul korban menggunakan helm. Pukulan keras itu mengenai bagian kepala atau wajah korban sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan saat mengendarai sepeda motor. Dalam hitungan detik, kendaraan yang mereka tumpangi oleng sebelum akhirnya korban terjatuh ke jalan.

Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala. Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat, yakni RSUD Maren. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi korban dilaporkan sangat kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kabar meninggalnya pelajar tersebut langsung memicu reaksi dari keluarga dan masyarakat. Sejumlah warga mendatangi pihak kepolisian untuk meminta penjelasan dan menuntut agar kasus ini diproses secara hukum dengan transparan. Mereka berharap ada keadilan bagi korban yang dinilai tidak seharusnya menjadi korban kekerasan.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Maluku menyatakan bahwa oknum anggota Brimob yang diduga terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara lengkap, termasuk memeriksa saksi serta bukti di lokasi. Kasus ini kini menjadi sorotan luas, dengan harapan proses hukum berjalan terbuka dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Sumber : aceh.tribun.com

BERITA LAINNYA