Search

Video Anak Main Bola di Lapangan Kayu Ulin Viral, Dispora Kukar Ungkap Realita Wilayah Hulu

Senin, 26 Mei 2025
Foto : Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni.

Liputanborneo.com, Tenggarong – Sebuah video yang memperlihatkan anak-anak bermain sepak bola di atas lapangan dari kayu ulin di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyita perhatian publik. Aksi polos namun penuh semangat dari anak-anak tersebut menjadi viral dan menuai berbagai tanggapan dari warganet.

Kondisi ini ternyata bukan hal baru bagi masyarakat di wilayah hulu Kukar. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menanggapi viralnya video tersebut dengan memberikan penjelasan terkait keterbatasan lahan daratan di daerah seperti Muara Muntai.

“Memang rata-rata teman-teman di daerah hulu, seperti Muara Muntai, mengandalkan lapangan dari kayu ulin karena jumlah daratan yang cukup terbatas,” jelas Aji Ali, Senin (26/5/2024).

Menurut Aji Ali, penggunaan papan kayu ulin sebagai dasar lapangan olahraga merupakan solusi khas daerah yang memiliki kondisi geografis berlahan sempit dan banyak perairan. Maka tak heran, lapangan kayu ulin menjadi alternatif yang cukup umum di sana.

Dispora Kukar sendiri, lanjut Aji Ali, sudah sejak beberapa tahun terakhir memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas serupa di desa-desa pelosok. Salah satu contohnya adalah pembangunan lapangan futsal di Desa Muara Enggelam yang juga menggunakan bahan dasar kayu ulin.

“Kita sudah bangun lapangan seperti itu kemarin di Muara Enggelam, dan tahun ini juga masih kita anggarkan untuk kelengkapan seperti jaring dan lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya wilayah tengah atau perkotaan, pembangunan dan peningkatan fasilitas olahraga juga dilakukan menyeluruh hingga ke kecamatan-kecamatan hulu dan hilir. Aji Ali menyebut bahwa pemerataan sarana-prasarana olahraga adalah komitmen yang terus dipegang Dispora Kukar.

“Tahun ini kami juga melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga di beberapa kecamatan, seperti Marangkayu, Muara Badak, dan Samboja,” lanjutnya.

Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan permintaan masyarakat, serta disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan tiap wilayah. Meski beberapa daerah memiliki keterbatasan sarana, semangat masyarakat, terutama anak-anak, dalam berolahraga tetap tinggi.

Fenomena yang terekam dalam video viral tersebut dianggap sebagai gambaran nyata tentang bagaimana antusiasme anak-anak di daerah untuk tetap berolahraga, bahkan dalam keterbatasan. Semangat mereka menjadi cambuk bagi pemerintah untuk bekerja lebih maksimal.

“Semangat mereka luar biasa, dan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal,” tutup Aji Ali.

BERITA LAINNYA