Search

Overhaul Kilang Pertamina Balikpapan Dimulai, 3.200 Pekerja Siap Jaga Keselamatan dan Kinerja

Jumat, 20 Juni 2025
Foto : PT Kilang Pertamina Indonesia.

Liputanborneo.com, Samarinda – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan resmi memulai program overhaul atau pemeliharaan besar-besaran untuk Kilang Balikpapan I. Momentum ini ditandai melalui kegiatan Grand Safety Talk yang digelar pada Rabu (18/6/2025) di kawasan Jalan 400-BPP 1. Selain menjadi pembuka resmi kegiatan, acara ini sekaligus mengingatkan pentingnya aspek keselamatan kerja dalam operasi yang melibatkan ribuan tenaga kerja dari berbagai sektor.

General Manager KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, secara tegas mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, semangat saling mengingatkan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi kunci agar seluruh proses berjalan aman dan efisien.

“Saling ingatkan soal keselamatan, pahami apa yang dikerjakan, dan jalankan golden rules HSSE. Jangan lupa yel-yel kita: Datang Selamat, Pulang Selamat Bersama-sama,” ujar Novie dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen, perwakilan pekerja dari berbagai unit, termasuk dari PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), serta para kontraktor. Sebagai simbol komitmen terhadap budaya keselamatan, dilakukan prosesi pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) secara serentak.

Sementara itu, Ryan Aryanto, Manager Turn Around KPI, memaparkan bahwa proses pemeliharaan ini akan berlangsung selama 33 hari, dimulai sejak 16 Juni hingga 18 Juli 2025. Operasi dijadwalkan berjalan selama 24 jam nonstop dengan sistem kerja dua shift.

“Ada 711 peralatan yang bakal ditangani, dari alat stationary, instrumentasi, rotating, sampai electrical. Total pekerja yang terlibat lebih dari 3.200 orang dari 44 kontraktor,” jelas Ryan.

Ia juga menyebutkan bahwa seluruh aspek teknis sudah melalui persiapan matang. Kesiapan tenaga kerja telah mencapai 80%, material sebesar 96%, dan berbagai persyaratan administratif seperti izin kerja, dokumen Job Safety Analysis (JSA), hingga pengadaan alat berat telah 100% siap. Kontrol operasional akan dilakukan secara ketat menggunakan sistem Equipment Release Card, yang memastikan setiap langkah kerja terdokumentasi dan terkontrol secara aman.

Tak ketinggalan, VP HSSE KPI, Wenny Ipmawan, juga memberikan arahan penting mengenai makna keselamatan dalam setiap proses kerja. Ia menegaskan bahwa budaya intervensi terhadap potensi bahaya harus terus ditanamkan dalam setiap lini operasional.

“Jangan ragu untuk intervensi kalau lihat potensi bahaya. Banyak kecelakaan bisa dicegah kalau ada yang berani speak up,” tegas Wenny.

Lebih lanjut, ia menyentuh sisi emosional para pekerja dengan mengingatkan bahwa keselamatan kerja bukan hanya tentang mengikuti SOP, melainkan tentang tanggung jawab terhadap keluarga yang menunggu di rumah.

“Kita kerja bukan cuma untuk perusahaan, tapi untuk anak-anak kita juga. Jangan sampai yang pulang malah kabar duka,” ucapnya dengan penuh empati.

Wenny pun menutup arahannya dengan ajakan untuk menjaga komitmen, menerapkan Corporate Life Saving Rules, dan membangun budaya saling peduli sebagai bentuk cinta kepada orang-orang tercinta.

“Bekerja aman itu bentuk cinta kita buat keluarga. Pulanglah dengan senyum, bukan dengan tangis,” pungkasnya.

Kegiatan overhaul Kilang Balikpapan I ini bukan hanya menjadi agenda pemeliharaan teknis, melainkan juga menjadi ajang konsolidasi nilai-nilai keselamatan kerja sebagai bagian tak terpisahkan dari etos industri migas nasional. (*)

BERITA LAINNYA