Search

Revitalisasi BUMDes Jembayan Tengah Fokus ke Produk Beras, Perlu Dukungan untuk Ekspansi Distribusi

Jumat, 13 Juni 2025
Foto : Kepala Desa Jembayan Tengah, Ibu Masnur.

Liputanborneo.com, TENGGARONG — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memasuki babak baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Setelah mengalami masa stagnasi, BUMDes akhirnya direvitalisasi dan mulai menggeliat kembali dengan fokus pada produk unggulan desa: beras lokal.

Kepala Desa Jembayan Tengah, Ibu Masnur, menyampaikan bahwa beras menjadi pilihan utama dalam tahap awal pengembangan pasca revitalisasi karena potensi hasil tani yang memang sudah lama menjadi kekuatan desa.


Kami baru saja merevitalisasi BUMDes. Sekarang kami fokus pada pengelolaan beras sebagai produk utama,” ujarnya, Selasa (10/6).

Namun di balik semangat baru ini, BUMDes masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama pada aspek kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Saat ini, produksi beras BUMDes masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga desa, belum menjangkau pasar luar.

Kami masih kewalahan. Harapan kami, ke depan ada dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan agar BUMDes bisa mengolah hasil pertanian dengan lebih optimal dan memasarkan beras ke luar daerah,” jelas Masnur.

Permintaan pasar sebenarnya sudah mulai muncul. Bahkan Perum Bulog telah menyatakan minat untuk menjalin kemitraan pengadaan beras. Namun karena keterbatasan infrastruktur dan manajemen produksi, BUMDes belum siap memenuhi permintaan tersebut secara berkelanjutan.

Permintaan sudah ada, tapi kami belum sanggup. Butuh waktu dan dukungan agar bisa menjawab kebutuhan pasar lebih luas,” lanjutnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Jembayan Tengah mendorong BUMDes untuk memperkuat rantai pasok mulai dari hulu ke hilir. Dengan adanya kolaborasi strategis bersama dinas teknis, lembaga distribusi, dan pendampingan kelembagaan, diharapkan BUMDes tidak hanya menjadi roda ekonomi desa, tetapi juga bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. (Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA