Search

Bimbingan Manasik Haji Kukar 2025, Asisten I Tekankan Pentingnya Syukur dan Kekhusyukan

Kamis, 24 April 2025

Liputanborneo.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2025. Melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat, Pemkab Kukar membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Tahun 1446 H/2025 M. Acara berlangsung di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong, pada Rabu (23/4/2025).

Dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas”, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagi para calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kukar H. Nasrun beserta staf, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar Abdul Hanan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar M. Bisyron, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta para tamu undangan dan ratusan calon jemaah haji Kukar 2025.

Dalam laporannya, H. Nasrun menyampaikan jumlah calon jemaah haji asal Kukar tahun 2025 mencapai 524 orang. Mereka akan diberangkatkan melalui tiga kelompok terbang (kloter). Kloter 3 dijadwalkan berangkat 8 Mei sebanyak 357 orang, Kloter 12 pada 23 Mei dengan 149 orang, dan Kloter 15 pada 27 Mei dengan 18 orang. Selain itu, terdapat 9 petugas PPIH yang terdiri atas pembimbing ibadah, ketua kloter, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah.

Mewakili Bupati Kukar, Asisten I Akhmad Taufik Hidayat menyampaikan rasa syukur sekaligus selamat kepada para calon jemaah. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji adalah anugerah yang luar biasa karena banyak masyarakat masih menunggu giliran selama bertahun-tahun. “Perjalanan ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang penuh ujian dan cobaan. Hadapi semuanya dengan tabah, sabar, ikhlas, dan berserah diri kepada Allah SWT. Ini adalah ibadah massal dengan waktu yang terbatas, sehingga perlu kesiapan lahir dan batin,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya bimbingan manasik yang berlangsung selama dua hari tersebut. Menurutnya, manasik haji merupakan bekal penting bagi para jemaah agar mampu melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat. “Dengan mengikuti manasik ini, jemaah akan memahami setiap tahapan ibadah, menjaga sikap selama berada di Tanah Suci, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarjemaah. Bimbingan ini bukan sekadar ritual, tetapi fondasi untuk memperkokoh kesiapan mental, spiritual, dan teknis,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Asisten I berpesan agar para jemaah menjadikan momen berhaji sebagai pengalaman penuh makna. “Sebentar lagi, Bapak dan Ibu akan menjadi tamu Allah. Jadilah tamu yang terhormat dengan menjaga nama baik diri, bangsa, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sempurnakan ibadah haji dengan ketulusan, kekhusyukan, dan kerendahan hati,” pungkasnya.

Kegiatan manasik ini diharapkan mampu memberikan pembekalan yang komprehensif, sehingga seluruh jemaah haji Kukar tahun 2025 dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan meraih predikat haji mabrur. (Adv)

BERITA LAINNYA