Search

Kesbangpol Kukar Perkuat Pembinaan Pancasila di Sekolah

Senin, 14 April 2025
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) semakin intensif menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Program ini difokuskan pada siswa sekolah dasar dan menengah pertama di seluruh wilayah Kukar dengan pendekatan pembinaan karakter Pancasila.

Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menegaskan pentingnya pendidikan ideologi sejak dini. Menurutnya, Pancasila harus dipahami tidak hanya sebagai hafalan, tetapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tapi harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari. Anak-anak perlu memahami nilai-nilai ini sebagai bagian dari identitas dan panduan hidup mereka,” kata Rinda, Senin (14/5/2025).

Dalam pelaksanaan program, Kesbangpol Kukar menggunakan metode dialog dan diskusi terbuka di ruang kelas. Cara ini dinilai lebih efektif menanamkan nilai gotong royong, saling menghormati, serta toleransi dalam kehidupan pelajar. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri yang menekankan pendidikan kebangsaan berbasis praktik nyata di sekolah.

Selain itu, pembinaan karakter kebangsaan juga diarahkan untuk memperkuat rasa toleransi di lingkungan sekolah. “Keberagaman harus dilihat sebagai kekuatan. Dari situ, anak-anak bisa belajar pentingnya saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai,” tambah Rinda.

Mengutip data dari laman resmi kutaiKartanegara.go.id, daerah ini memiliki lebih dari 600 sekolah dasar dan ratusan sekolah menengah pertama yang tersebar di 20 kecamatan. Kondisi sosial budaya yang beragam menjadikan pembinaan nilai Pancasila semakin relevan untuk menjaga keharmonisan.

Kesbangpol juga melibatkan guru sebagai agen utama dalam pendidikan karakter. Rinda menyebut peran guru sangat strategis karena mereka menjadi figur teladan bagi siswa. “Guru memiliki peran strategis sebagai figur inspiratif. Dengan keteladanan mereka, semangat nasionalisme bisa ditumbuhkan sejak dini agar kelak generasi Kukar menjadi agen perubahan yang cinta persatuan dan siap membangun bangsa,” jelasnya.

Program pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar mencegah masuknya paham radikal yang berpotensi merusak persatuan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, penguatan karakter kebangsaan termasuk dalam prioritas pembangunan sumber daya manusia Kukar.

Dengan pembinaan berkelanjutan, pemerintah daerah berharap lahir generasi pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, toleran, dan memiliki semangat cinta tanah air. Upaya ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan daerah sekaligus mendukung pembangunan nasional.

(Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA