Search

Program Terang Kampungku Dongkrak Ekonomi Desa

Kamis, 24 April 2025

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas program Terang Kampungku untuk menghadirkan listrik hingga desa-desa terpencil. Tidak hanya menghadirkan penerangan, program ini juga terbukti menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan bahwa listrik kini menjadi pondasi utama pembangunan desa. Dengan pasokan listrik stabil, warga dapat mengolah hasil pertanian, memproduksi kerajinan, serta menjalankan usaha berbasis teknologi. “Kini warga bisa memperluas jam usaha, mengoperasikan mesin produksi, dan bahkan memasarkan produk secara online,” ucapnya.

Sejumlah desa yang sebelumnya sulit dijangkau kini telah merasakan manfaat program ini. Desa Muhuran, Sebelimbingan, dan Tanjung Batuq Harapan telah terhubung dengan jaringan PLN. Sementara itu, desa seperti Enggelam dan Menamang Kanan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang mampu menyuplai listrik selama 24 jam penuh.

Berdasarkan data dari laman resmi Kukarkab.go.id, hingga tahun 2024 terdapat 193 desa di Kukar, dengan tingkat elektrifikasi mencapai sekitar 95 persen. Hal ini menempatkan Kukar selangkah lebih maju dalam mendukung target nasional elektrifikasi desa 100 persen.

Dampak positif program ini juga terlihat pada layanan publik. Sekolah di desa-desa kini dapat menggelar pembelajaran berbasis digital. Puskesmas mampu mengoperasikan peralatan medis yang sebelumnya tidak berjalan tanpa listrik. Kondisi ini membuat layanan pendidikan dan kesehatan di desa semakin setara dengan di perkotaan.

DPMD Kukar juga aktif berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur serta PT PLN untuk memperbarui data desa yang belum teraliri listrik. Langkah ini merupakan bagian dari misi Kukar Idaman yang berfokus pada pembangunan desa mandiri berbasis potensi lokal.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tapi juga penggerak kemajuan desa secara menyeluruh,” tegas Arianto. Menurutnya, keterhubungan listrik akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan membuka peluang usaha baru.

Pemerintah berharap melalui program ini kesenjangan antara desa dan kota bisa ditekan. Warga desa diharapkan semakin berdaya secara ekonomi, sekaligus mampu berkontribusi pada ketahanan ekonomi daerah.

(Adv/DiskominfoKukar)

 

 

BERITA LAINNYA