Search

Dispar Kukar: Wisata Kukar Dikembangkan Lewat Peran Aktif Warga

Jumat, 25 April 2025
Wisata Tanah Merah Samboja

TENGGARONG – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) kini mengubah arah pembangunan sektor pariwisata dengan menekankan peran aktif masyarakat dan komunitas lokal. Pemerintah tidak lagi menjadi aktor tunggal, melainkan fasilitator yang membuka jalan dan menyediakan infrastruktur dasar.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto, menegaskan bahwa strategi baru ini berbasis kolaborasi. Menurutnya, keberlanjutan wisata hanya bisa tercapai jika masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam pengelolaannya. “Kami ingin masyarakat merasa memiliki destinasi wisatanya. Kalau mereka terlibat langsung, pengelolaan bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Contoh nyata terlihat di Pantai Tanah Merah, Samboja. Lokasi ini berkembang pesat karena inisiatif warga, mulai dari festival kuliner, kegiatan edukasi lingkungan, hingga pertunjukan komunitas lokal. Peran pelajar, UMKM, dan kelompok pemuda terbukti membuat kawasan ini semakin hidup dan menarik minat wisatawan.

Model serupa sedang diterapkan pada Pulau Kumala dan Tugu Khatulistiwa Santan Ulu. Kedua destinasi ini memiliki potensi besar, namun pengelolaannya belum maksimal. Dispar Kukar menggandeng kelompok sadar wisata (pokdarwis), UMKM, dan komunitas kreatif agar kawasan tersebut dapat kembali hidup dengan atraksi budaya, pertunjukan musik lokal, hingga wisata edukatif.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyediakan program pelatihan untuk warga. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan homestay, promosi digital, hingga pelatihan pemandu wisata. Data dari laman resmi Kukarkab.go.id mencatat lebih dari 70 pelaku UMKM telah mengikuti pelatihan pariwisata sepanjang 2024.

Berdasarkan dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah 2020–2035, Kukar memiliki lebih dari 120 objek wisata, namun baru sekitar 20 persen yang dikelola secara aktif. Arianto menilai, partisipasi warga dapat mempercepat optimalisasi potensi destinasi yang belum tergarap.

“Kami ingin muncul pertunjukan budaya, musik lokal, dan wisata edukatif di tempat-tempat ini. Pengalaman pengunjung harus lengkap, tidak sekadar datang lalu pulang,” jelasnya.

Ke depan, Dispar Kukar menargetkan peningkatan jumlah event wisata berbasis komunitas pada 2026. Selain itu, promosi digital akan diperkuat melalui media sosial, kanal YouTube, serta situs resmi Kukar Tourism agar jangkauan wisata semakin luas.

Dengan strategi ini, Pemkab Kukar berharap wisata tumbuh dari bawah, berakar pada budaya dan kreativitas masyarakat. Pengalaman yang autentik diyakini mampu menarik wisatawan untuk datang kembali sekaligus memperkuat posisi Kukar sebagai destinasi unggulan Kalimantan Timur.

(Adv/DiskominfoKukar)

 

 

BERITA LAINNYA