Search

Arianto Tekankan Pentingnya Inovasi Desa dalam Ajang TTG

Selasa, 6 Mei 2025
Kadis DPMD Kukar Saat Menghadiri Gala Dinner TTG


 TENGGARONG – Ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi momentum penting bagi desa-desa di Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menunjukkan potensi inovasi lokal mereka. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, hadir langsung dalam rangkaian acara Gala Dinner, Rabu malam (29/04).

Menurut Arianto, kegiatan TTG bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah strategis bagi desa untuk menampilkan solusi teknologi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten PPU selaku tuan rumah atas penyelenggaraan acara yang dinilainya penuh semangat kebersamaan.

“TTG ini adalah ruang berbagi, bukan hanya lomba. Desa bisa menunjukkan karya nyata yang menjawab kebutuhan warganya sekaligus memperkuat kemandirian,” tegas Arianto.

Kukar sendiri mengirimkan tiga desa andalan dalam ajang tersebut, yakni Desa Cipari Makmur dengan inovasi pertanian efisien, Desa Batuah dengan pengolahan sampah ramah lingkungan, serta Desa Lung Anai yang membawa produk olahan cokelat kakao lokal. Tiga inovasi ini mencerminkan kekuatan desa dalam memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal.

Arianto menilai kreativitas yang ditampilkan desa-desa ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis desa. “Inovasi sederhana bisa menjadi embrio usaha baru. Kalau dikelola serius, bisa mengangkat ekonomi warga dan membuka akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain memperkenalkan produk, TTG juga dianggap penting untuk mempererat kerja sama antar kabupaten/kota. Arianto berharap ajang ini menjadi pintu kolaborasi, terutama dalam memperluas pemasaran produk-produk desa agar bisa dikenal lebih luas, bahkan menembus pasar regional.

Dengan semangat kolaborasi, Arianto mengajak seluruh peserta TTG untuk terus berinovasi sesuai kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, inovasi lokal yang relevan akan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian desa sekaligus mempercepat pembangunan di Kutai Kartanegara.

BERITA LAINNYA