TENGGARONG – Kreativitas warga Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan lingkungan. Salah satu inovasi yang kini mendapat perhatian khusus dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman herbal dan sayuran secara mandiri.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Tanaman herbal yang ditanam di pekarangan rumah kini menjadi bagian penting dalam penilaian lomba RT. Ini menunjukkan kreativitas warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mandiri,” ujarnya, Jumat (9/5).
Meski dengan keterbatasan lahan, banyak RT yang berhasil menghidupkan kembali tradisi menanam tanaman obat keluarga (toga) dan berbagai jenis sayuran. Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong kebiasaan hidup sehat dan berkelanjutan.
Dalam penilaian lomba lingkungan RT, aspek ketahanan pangan kini menjadi salah satu indikator utama. Setiap rumah dianjurkan menanam minimal dua jenis sayuran, yang sekaligus mencerminkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan lingkungan.
Plt. Lurah Bukit Biru, Seri Herlinawati, mengapresiasi semangat gotong royong warganya. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan memberi manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. “Inisiatif ini menjadi landasan penting dalam pengembangan ketahanan pangan di lingkungan kami. Harapannya, semakin banyak warga yang terinspirasi untuk turut aktif menanam dan merawat lingkungan,” ungkap Seri.
DPMD Kukar menegaskan akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari pembinaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, RT-RT di Kukar diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sehat, produktif, dan berdaya saing.







