Liputanborneo.com, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, bersama Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau langsung kesiapan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Samboja, Minggu (21/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sarana prasarana, serta dukungan layanan kesehatan sebelum rumah sakit tersebut beroperasi secara penuh melayani masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Bupati Aulia menyampaikan bahwa pembangunan fisik RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja telah rampung sesuai dengan target waktu yang ditetapkan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa bagian bangunan dan fasilitas penunjang yang akan terus disempurnakan seiring berjalannya operasional rumah sakit. Namun secara umum, rumah sakit tersebut dinilai telah siap memberikan pelayanan kesehatan dasar hingga lanjutan.
“Alhamdulillah, pekerjaan rumah sakit ini bisa diselesaikan tepat waktu. Memang ada beberapa bagian yang masih akan disempurnakan, tetapi untuk pelayanan kesehatan, lantai satu hingga lantai empat sudah siap dan dapat beroperasi melayani masyarakat,” ujar Aulia di sela-sela peninjauan. Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan mudah diakses.
Aulia menilai, dari sisi fasilitas dan bangunan, RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja tergolong sangat representatif dan tidak kalah dengan rumah sakit yang berada di kawasan perkotaan. Hal ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pesisir dan kecamatan penyangga ibu kota daerah.
Lebih lanjut, Aulia mengungkapkan bahwa pada awal Januari 2026, Rumah Sakit Muara Badak juga ditargetkan sudah mulai beroperasi. Dengan beroperasinya rumah sakit tersebut, maka pemetaan layanan rujukan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan semakin optimal dan terintegrasi antarwilayah. “Di wilayah hulu terdapat RSUD Dayaku Raja, wilayah tengah RSUD AM Parikesit, sementara wilayah pesisir dilayani oleh RSUD Muara Badak dan RSUD Abadi Samboja,” jelasnya.
Selain pembangunan dan pengoperasian rumah sakit, Pemkab Kukar juga terus mengoptimalkan program berobat gratis cukup dengan menggunakan KTP yang telah berjalan selama ini. Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp105 miliar. Aulia berharap, dengan penguatan fasilitas kesehatan dan dukungan anggaran yang memadai, layanan kesehatan di Kukar semakin rapi, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.







