Search

Menkeu Purbaya Berencana Tambah Injeksi Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 7 Maret 2026
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Liputanborneo.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke sektor perbankan nasional guna meningkatkan likuiditas dalam sistem keuangan. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong aktivitas kredit di tengah dinamika perekonomian.

Purbaya menyampaikan bahwa tambahan dana tersebut akan ditempatkan dengan skema yang lebih fleksibel dibandingkan kebijakan sebelumnya. Dana itu dirancang dapat keluar-masuk sistem perbankan secara cepat sehingga pemerintah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan likuiditas di pasar keuangan.

Menurut dia, mekanisme baru tersebut berbeda dengan penempatan dana sebelumnya yang mencapai Rp200 triliun pada bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saat itu, dana ditempatkan dalam bentuk deposit on call dengan tenor sekitar enam bulan.

Dalam skema baru, dana Rp100 triliun tersebut bersifat jangka pendek dan tidak terikat pada deposito berjangka panjang. Dengan sistem yang lebih dinamis, pemerintah memiliki fleksibilitas untuk menarik atau menambah dana sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pembiayaan maupun kondisi likuiditas perbankan.

Purbaya juga menjelaskan bahwa sumber dana tambahan tersebut direncanakan berasal dari dana belanja pemerintah yang masih tersimpan di Bank Indonesia dan belum terserap secara optimal. Dengan memindahkan dana tersebut ke perbankan, diharapkan likuiditas di sistem keuangan dapat meningkat dan mendukung perputaran ekonomi.

Meski demikian, Menteri Keuangan menyebutkan bahwa rencana penempatan dana tambahan ini masih dalam tahap kajian. Ia meminta Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk mempelajari skema yang paling tepat sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

BERITA LAINNYA