Liputanborneo.com, SAMARINDA – Jembatan Mahakam I di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan setelah sebuah kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) dilaporkan menabrak salah satu bagian jembatan pada Minggu (8/3/2026) malam. Insiden tersebut bahkan sempat terekam dalam video warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman yang beredar, kapal terlihat menabrak bagian pelindung jembatan sebelum akhirnya meninggalkan area tersebut. Kejadian ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan infrastruktur jembatan yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai tabrakan kapal terhadap jembatan bukan lagi sekadar insiden teknis, melainkan persoalan serius yang perlu ditangani secara sistematis.
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ia juga meminta semua pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan alur sungai dapat bekerja lebih optimal dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan infrastruktur.
Selain itu, DPRD Kaltim menilai perlu adanya evaluasi terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) pelayaran di kawasan tersebut. Hal ini penting mengingat Sungai Mahakam merupakan jalur yang padat dilalui kapal pengangkut berbagai komoditas, termasuk batu bara dan bahan bakar.
Catatan DPRD menunjukkan insiden tabrakan kapal terhadap Jembatan Mahakam telah terjadi berkali-kali. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kelemahan dalam sistem pengawasan lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Melalui evaluasi yang menyeluruh, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat menemukan solusi jangka panjang untuk mencegah insiden serupa. Dengan demikian, keselamatan pelayaran dan keberlangsungan fungsi Jembatan Mahakam sebagai infrastruktur vital dapat tetap terjaga.







