Liputanborneo.com, Kukar Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mencetak sejarah dengan melantik 3.870 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara massal di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Sabtu (1/6/2025).
Pelantikan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Kalimantan Timur, bahkan secara nasional, menandai langkah besar dalam reformasi manajemen ASN berbasis profesionalisme, kinerja, dan integritas.
Para PPPK yang dilantik berasal dari berbagai formasi penting, di antaranya tenaga teknis (3.230 orang), guru (441 orang), dan tenaga kesehatan (199 orang). Mereka adalah bagian dari 5.776 peserta yang mengikuti seleksi nasional, dengan 1.300 lainnya akan dilantik dalam gelombang kedua.
Bupati Kukar Edi Damansyah menekankan bahwa status sebagai PPPK bukan sekadar perubahan administratif, melainkan tanggung jawab besar sebagai pelayan publik.
“Kalau dulu waktu honorer masih ada yang bolos, sekarang harus berubah. Disiplin itu mutlak,” tegasnya.
Edi juga menegaskan bahwa kontrak PPPK bersifat tahunan dan akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi akan dilakukan langsung oleh Sekda dan tim, guna menjamin kualitas pelayanan masyarakat yang optimal.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memperkenalkan Program Gerakan Etam Mengaji (GEMA), sebagai upaya pembinaan moral ASN. Program ini diwajibkan bagi seluruh PPPK untuk memperkuat etika kerja dan akhlak.
“ASN bukan hanya cerdas, tapi juga harus berakhlak. Ini bentuk keseimbangan antara kompetensi teknis dan moral,” jelas Edi.
Pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan ribuan peserta bersama keluarga mereka. Cuaca panas sempat membuat beberapa peserta kelelahan, namun tim medis sigap memberikan pertolongan.
Turut hadir dalam acara ini jajaran pejabat penting seperti Wakil Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, perwakilan BKN Regional VIII Banjarmasin, hingga Forkopimda.
Dengan 20 persen APBD Kukar dialokasikan untuk belanja pegawai, Bupati Edi meminta seluruh pimpinan OPD dan camat untuk membina para PPPK agar menjadi motor pelayanan publik yang efektif dan berdaya saing.
“Ini bukan akhir, tapi awal pengabdian. Tunjukkan kinerja terbaik,” tutup Edi.





