Search

DLHK Kukar Serukan Kurban Tanpa Plastik dan Aksi Lingkungan di Iduladha 1446 H

Kamis, 5 Juni 2025
Foto : Kepala DLHK Kukar, H. Slamet Hadiraharjo.

Liputanborneo.com, Tenggarong — Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengingatkan pentingnya pelaksanaan ibadah kurban yang ramah lingkungan. Melalui kampanye “Kurban Tanpa Plastik,” DLHK mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini identik dengan pembagian daging kurban.

Langkah ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang digelar DLHK Kukar sepanjang bulan Juni. Kepala DLHK Kukar, H. Slamet Hadiraharjo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyebarluaskan edaran resmi dari Bupati Kukar kepada seluruh panitia kurban dan pemerintah kecamatan.

“Kami sarankan menggunakan besek bambu, daun pisang, atau wadah tahan pakai. Ini langkah kecil tapi penting untuk mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan,” jelas Slamet.

Penggunaan wadah alami seperti besek atau daun pisang dinilai lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan nilai-nilai tradisional masyarakat. Selain mengurangi limbah plastik yang sulit terurai, kampanye ini juga ingin membangun kesadaran ekologis masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Tidak hanya kampanye kurban tanpa plastik, DLHK juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat dan OPD, seperti aksi bersih Sungai Tenggarong serta penanaman pohon di beberapa lokasi strategis. Aksi-aksi ini diharapkan menjadi bentuk nyata cinta lingkungan yang melibatkan elemen pemerintah dan komunitas.

“Sungai adalah sumber kehidupan. Menjaga sungai dari sampah adalah bagian dari menjaga masa depan kita,” tambahnya.

Kegiatan bersih-bersih sungai akan melibatkan kelompok masyarakat, komunitas peduli lingkungan, dan pelajar. Fokusnya adalah mengangkat sampah plastik dan anorganik dari bantaran serta badan sungai, sembari memberikan edukasi soal pentingnya menjaga ekosistem air.

DLHK juga menekankan bahwa ibadah kurban dan kepedulian lingkungan bukanlah dua hal yang terpisah. Menurut Slamet, pendekatan spiritual seperti kurban bisa menjadi pintu masuk untuk mengajak masyarakat lebih sadar akan dampak perilaku konsumtif, terutama dalam hal penggunaan plastik berlebihan.

Dengan adanya pendekatan spiritual dan aksi ekologis, DLHK berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.

Gerakan ini juga membuka ruang partisipasi dari pelajar, organisasi keagamaan, dan relawan muda, sebagai bagian dari regenerasi kesadaran lingkungan di Kukar. Harapannya, momen Iduladha bisa menjadi ajang introspeksi dan aksi nyata terhadap kondisi lingkungan sekitar. (Adv)

BERITA LAINNYA