Search

Jembayan Tengah Resmi Jadi Desa Wisata, Festival Kampung Seraong Tunjukkan Potensi Lokal

Kamis, 12 Juni 2025
Foto : Kepala Desa Jembayan Tengah, Ibu Masnur.

Liputanborneo.com, TENGGARONG — Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, secara resmi menyandang status sebagai desa wisata. Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-19 desa pada Selasa (10/6), melalui gelaran budaya bertajuk Festival Kampung Seraong. Festival ini tak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga momentum peluncuran wajah baru Jembayan Tengah sebagai pusat wisata edukatif berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Jembayan Tengah, Masnur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama strategis telah dijalin dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) guna memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Alhamdulillah, saat ini Jembayan Tengah resmi menjadi desa wisata. Kerja sama dengan Polnes mencakup pengembangan potensi wisata dan juga ekonomi kreatif yang ada di desa,” ujar Masnur.

Festival Kampung Seraong sendiri menjadi etalase bagi kekayaan budaya dan kearifan lokal desa. Berbagai rangkaian kegiatan wisata edukatif disiapkan, mengajak pengunjung menyusuri desa dari satu RT ke RT lainnya. Di RT 01, wisatawan disambut dengan pameran kerajinan tangan hasil karya masyarakat. Sementara di RT 03, pengunjung dapat menyaksikan langsung pembangunan rumah adat Seraong, ikon budaya Jembayan Tengah.

Di RT 04, pengunjung dikenalkan dengan budidaya madu kelulut, mulai dari proses ternak lebah hingga mencicipi madu segar langsung dari sarang. Produk madu botolan juga tersedia untuk dibeli sebagai oleh-oleh. Beranjak ke Dusun 2, sektor pertanian lokal ditonjolkan, termasuk kesempatan ikut serta dalam menanam padi dan mengenal teknik pertanian tradisional. Desa juga menampilkan produk UMKM berupa beras lokal hasil panen warga.

Salah satu titik edukatif yang menarik perhatian adalah kawasan peternakan kambing etawa. Selain memperkenalkan produk susu kambing sebagai unggulan, warga juga memperlihatkan inovasi pemanfaatan limbah ternak.

Inovasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif desa. Air kencing kambing kami olah menjadi pupuk. Jika nanti produksinya meningkat, kami berharap bisa menjual ke luar desa,” ungkap Ibu Masnur.

Festival ini tidak hanya memperlihatkan potensi pariwisata, tetapi juga menjadi upaya kolektif masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berkelanjutan. Pemerintah desa berharap, keberadaan desa wisata ini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, serta membawa Jembayan Tengah menjadi tujuan wisata budaya unggulan di Kukar. (Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA