Search

SMPN 7 Muara Kaman Ukir Sejarah sebagai Sekolah Rujukan Google Pertama di Indonesia

Senin, 23 Juni 2025
Foto : Plt. Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh.

Liputanborneo.com, TENGGARONG – Sebuah pencapaian membanggakan datang dari wilayah pedalaman Kutai Kartanegara. SMP Negeri 7 Muara Kaman resmi ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan Google pertama di Indonesia untuk jenjang SMP negeri. Penetapan ini diumumkan dalam pertemuan khusus antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar dengan 25 media lokal, Sabtu malam (22/6/2025).

Langkah ini menjadi tonggak baru dalam sejarah pendidikan digital di tanah air, terutama dari kawasan nonperkotaan. Plt. Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dan dukungan menyeluruh dari pemerintah daerah.

Saat ini Kukar memiliki 16 sekolah kandidat rujukan Google, dan hari ini SMPN 7 Muara Kaman menjadi yang pertama di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk meraih predikat tersebut, para guru diwajibkan memiliki sertifikasi Google Educator Level 1 dan 2, aktif menggunakan Google Workspace dalam kegiatan belajar-mengajar, serta menghasilkan karya digital inovatif. Saat ini, SMPN 7 Muara Kaman telah memenuhi seluruh kriteria, termasuk memiliki tiga Google Trainer dan satu Google Certified Coach, yakni Bapak Suwito.

Transformasi ini juga didukung penuh oleh pemerintah daerah. Disdikbud Kukar menyediakan perangkat Chromebook dan akses internet berbasis Starlink, yang kini telah menjangkau 109 sekolah. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam pemerataan akses digital di wilayah pelosok.

Yang menarik, kearifan lokal dijadikan materi pembelajaran berbasis teknologi. Lokasi sekolah yang berdekatan dengan kebun sawit dan karet dimanfaatkan sebagai laboratorium alam, terintegrasi dalam pembelajaran lintas mata pelajaran melalui pendekatan digital.

Kepala sekolah, Rasian, S.Pd, mengisahkan perjuangan panjang sekolahnya. Tahun 2021 mereka hanya punya dua guru dan kurang dari 50 siswa. Kini, berkat pendampingan dan dukungan pemerintah, siswa mereka sudah mencapai 150 orang.

Tak hanya diakui Google, sekolah ini juga telah mewakili Kukar ke kantor Google Asia di Singapura pada 2024 lalu. Bahkan, delegasi Kementerian Pendidikan Jepang dijadwalkan berkunjung ke Kukar pada akhir Juli 2025, sebuah pengakuan atas inovasi pendidikan yang dibangun dari daerah.

Disdikbud Kukar kini menargetkan lompatan lebih jauh: menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang berstatus Distrik Digital, dengan seluruh sekolah negeri terintegrasi teknologi Google. (Adv/Diskominfo)

BERITA LAINNYA