Liputanborneo.com, TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terus mengembangkan konsep Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini dinilai mampu meminimalisasi limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis serta memberi peluang penghasilan tambahan bagi warga.
Nur, warga Loa Kulu, mengaku merasakan manfaat nyata dari pengelolaan sampah terpadu.
“Setelah dipilah, seperti kertas atau botol, sampah dijual dengan harga yang lebih pasti. Dari hasilnya, saya bisa memperoleh sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000,” ungkapnya, Jumat (20/6/2025).
Kepala Seksi Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa TPS3R telah dibangun sejak 2023 dan mulai beroperasi pada 2024.
“Satu bank sampah bahkan dapat meraih pendapatan hingga Rp1 juta dari hasil penjualan sampah yang dikumpulkan,” terangnya.
Menurut Fadli, sebagian besar sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan kembali, seperti diolah menjadi abu untuk bahan baku batako atau pupuk organik. Ia menegaskan, inovasi pengelolaan sampah menjadi fokus utama pemerintah kecamatan untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Program TPS3R di Loa Kulu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menerapkan konsep serupa.
(Adv)






