Search

Program PMT dan Pengukuran Massal Jadi Strategi Kukar Lawan Stunting

Sabtu, 17 Mei 2025
Foto : Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Liputanborneo.com, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui program berbasis intervensi dini. Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan pentingnya edukasi kepada orang tua agar memahami perbedaan antara kondisi stunting dan potensi stunting.

Padahal potensi ini juga besar dan perlu ditangani sejak awal,” katanya.

Potensi stunting sendiri muncul ketika anak mengalami perlambatan pertumbuhan akibat kurang gizi, meski secara medis belum dikategorikan sebagai stunting. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak serius pada perkembangan masa depan anak.

Pada Juni 2024 lalu, Pemkab Kukar ikut dalam program nasional pengukuran dan penimbangan serentak. Hasilnya, tingkat partisipasi masyarakat mencapai hampir 99 persen.

Dari sana kita bisa memetakan risiko stunting dan intervensi yang diperlukan,” jelas Edi.

Langkah nyata lain yang sudah berjalan adalah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak berisiko. Evaluasi pada Oktober 2024 menunjukkan peningkatan signifikan pada status gizi anak.

Hasilnya sangat baik. Ini membuktikan bahwa intervensi sejak dini benar-benar efektif menekan potensi stunting,” ujarnya.

Ke depan, program PMT akan diperluas dengan distribusi makanan bergizi gratis. Edi menekankan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

Komitmen ini harus kita jaga agar anak-anak Kukar tumbuh sehat dan kuat,” tegasnya.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkab Kukar berharap dapat mencetak generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. (Adv)

***

Editor : Rachaddian (dion)

BERITA LAINNYA