Search

HKG PKK 2025, Kukar Dorong Kader Jadi Motor Pembangunan Berbasis Keluarga

Jumat, 9 Mei 2025
Peringatan HKG PKK beberapa tahun lalu.

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2025. Acara yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Muara Badak ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran kader PKK dalam pembangunan berbasis keluarga.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, HKG PKK adalah momentum penting untuk memperlihatkan kontribusi nyata kader dalam membangun desa secara inklusif dan berkelanjutan.
“HKG PKK tidak sekadar selebrasi, tetapi juga sarana aktualisasi peran kader PKK dalam membangun desa secara menyeluruh, mulai dari lingkup keluarga,” ungkapnya, Senin (9/5/2025).

Sejumlah agenda telah disusun, mulai dari pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lokal, promosi produk unggulan kader, hingga berbagai perlombaan kreatif. Elvandar menegaskan bahwa setiap kegiatan dirancang agar kader mampu menerjemahkan nilai-nilai 10 program pokok PKK dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembuktian bahwa kader PKK mampu menjadi motor penggerak pembangunan di lingkup terkecil, yaitu keluarga,” tambahnya.

DPMD Kukar juga memastikan keberlanjutan dampak dari kegiatan ini dengan menyiapkan mekanisme pendampingan dan monitoring pasca-acara. Dengan demikian, hasil dari pelatihan maupun kegiatan pemberdayaan tidak berhenti saat seremoni selesai, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam keseharian kader di masyarakat.

Elvandar menekankan bahwa keberhasilan gerakan PKK tidak bisa dilepaskan dari sinergi bersama pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kolaborasi, menurutnya, adalah kunci agar program-program PKK bisa berjalan optimal dan memberi manfaat luas.

Dengan pelaksanaan HKG PKK 2025 ini, Pemkab Kukar berharap akan lahir kader-kader yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelengkap dalam struktur desa, tetapi benar-benar menjadi aktor utama pembangunan yang berakar dari keluarga, tumbuh ke desa, dan memberi dampak hingga tingkat kabupaten.

BERITA LAINNYA