Liputanborneo.com, Balikpapan – Upaya pencegahan banjir menjadi prioritas utama bagi warga Kelurahan Gunung Bahagia, Kota Balikpapan. Dalam semangat gotong royong, warga di lima Rukun Tetangga (RT) yaitu RT 25, 26, 27, 28, dan 29 melaksanakan Kerja Bakti Massal (KBM) pada Minggu, 22 Juni 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelurahan Gunung Bahagia bersama Karang Taruna dan para ketua RT setempat, sebagai bagian dari partisipasi dalam program Clean, Green, Healthy (CGH) 2025 yang diusung Pemerintah Kota Balikpapan.
Kerja bakti ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat solidaritas warga, tetapi juga wujud konkret kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal mencegah banjir. Lurah Gunung Bahagia, Andi Aziz Martadi, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan respon atas banjir yang sempat melanda beberapa RT di wilayahnya akibat saluran air yang tersumbat oleh sedimentasi lumpur dan pasir.
“Sebelumnya dari kelurahan sudah melakukan monitoring di wilayah Gunung Bahagia, terutama di RT 53, di sana terdampak banjir. Banyaknya parit yang mengalami pendangkalan akibat pasir, lumpur, dan dangkalnya saluran air sehingga menutup aliran air. Samping itu kami juga ke RT 25, 26, 27, 28, dan 29 dalam rangka meningkatkan partisipasi warga untuk melaksanakan KBM demi pelaksanaan CGH ke depannya,” kata Andi Aziz kepada RRI.
Kegiatan KBM juga melibatkan Karang Taruna Kelurahan Gunung Bahagia yang aktif menggerakkan kaum muda dalam menjaga lingkungan. Ketua Karang Taruna, Satriani, menyatakan bahwa partisipasi generasi muda penting dalam mendukung kebijakan tingkat kelurahan.
“Saat ini kita gencar menjaga kebersihan, merawat lingkungan. Selain itu, sebagai semangat kita juga mengikuti CGH tingkat Kota Balikpapan agar mendapat yang terbaik. Ada lima RT yang mengikuti kegiatan ini dan sama-sama gotong royong menjadikan Kelurahan Gunung Bahagia kinclong dan bersih,” ungkap Satriani.
Dengan semangat kolaboratif antara warga, pemerintah kelurahan, dan pemuda, Kelurahan Gunung Bahagia berharap bisa menekan potensi banjir sekaligus memperkuat citra sebagai lingkungan bersih dan sehat. (Adv/DiskominfoKukar)







