Liputanborneo.com, Tenggarong – Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara, David Haka menyoroti peran film sebagai magnet pariwisata bagi Kukar.
Baginya, film memiliki potensi besar untuk mempromosikan kearifan lokal, kekayaan budaya, dan destinasi pariwisata di Kukar.
“Fungsi film sangat vital dalam menarik minat wisata. Melalui medium ini, kita dapat mengangkat esensi kearifan lokal, keanekaragaman budaya, dan pesona pariwisata yang dimiliki Kukar.
Meskipun mungkin produsernya berasal dari Jakarta, tapi kru produksinya mayoritas berasal dari daerah kita sendiri,” ujar David pada Jumat (22/3/2024).
Menurutnya, data menunjukkan bahwa ada sekitar 80 sineas yang aktif berkiprah di berbagai kecamatan di Kukar pada tahun 2023. Saat pemutaran film pendek lokal, sekitar 60 sineas turut mendaftarkan karyanya. Di Tenggarong, terdapat tujuh hingga delapan sineas berpengalaman.
Dinas Pariwisata Kukar terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada sineas-sineas ini melalui program-program yang mereka jalankan.
David juga menyebutkan bahwa penggarapan film melibatkan kerjasama dengan Dispar Kukar dan didukung oleh Anggota DPRD Kukar, Ahmad Zulfiansyah.
“Mudah-mudahan kita dapat menggelar workshop, terutama bagi kalangan pelajar, untuk mendukung kelahiran sineas-sineas baru. Festival Mahakam Pride yang digelar pada tahun 2022 telah memberikan wadah bagi mereka untuk mengekspresikan karya-karya mereka,” tambahnya.
Selain itu, David juga mengekspresikan harapan agar Kukar dapat menjadi tuan rumah workshop yang lebih besar, bahkan tingkat nasional, untuk menantang sineas-sineas dari daerah lain seperti Jogja dan sekitarnya, sementara juga mempertahankan kemampuan sineas lokal.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar, terdapat program Kukar Kaya Festival, dengan film sebagai salah satu sub sektornya, menegaskan komitmen untuk mengembangkan industri kreatif film di daerah tersebut.
Penulis : Reihan Noor







