Search

Pembangunan Lumbung Padi di Kukar, Hanya Kecamatan Tertentu yang Mendapatkan

Selasa, 4 Maret 2025
Foto: Kepala Dinas Ketapang Kukar, Sutikno. (Ist)
Foto: Kepala Dinas Ketapang Kukar, Sutikno. (Ist)

Liputanborneo.com, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) tengah menggenjot pembangunan lumbung padi dan lantai jemur guna meningkatkan ketahanan pangan daerah. Namun, tidak semua kecamatan bisa mendapatkan fasilitas ini karena adanya persyaratan teknis yang ketat.

Kepala Dinas Ketapang Kukar, Sutikno, menjelaskan bahwa pembangunan lumbung pangan dilakukan secara selektif, dengan mempertimbangkan kecamatan yang memiliki lahan sawah minimal 60 hektare. Persyaratan ini ditetapkan agar lumbung padi yang dibangun benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Pembangunan lumbung padi dan lantai jemur ini tidak menyasar seluruh kecamatan, karena ada persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” kata Sutikno, Selasa (4/3/2025).

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas ini difokuskan pada lima titik utama, yakni Jembayan, Sebulu, Tenggarong, Loa Ipuh, dan Loa Janan Ulu. Kecamatan-kecamatan tersebut dinilai memiliki tingkat produksi padi yang tinggi dan membutuhkan fasilitas pascapanen yang lebih baik.

Dengan adanya lumbung padi dan lantai jemur, petani diharapkan bisa menjaga kualitas gabah lebih lama, sehingga tidak harus menjual hasil panennya langsung ke tengkulak dengan harga rendah. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan daya tawar petani dalam menentukan harga jual gabah mereka.

Selain itu, lumbung padi juga akan difungsikan sebagai cadangan pangan desa. Saat terjadi gagal panen atau musim paceklik, cadangan ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan pangan.

Sutikno berharap, pembangunan lumbung padi ini dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung stabilisasi harga beras di tingkat petani. “Kami ingin memastikan bahwa petani Kukar memiliki cadangan pangan yang cukup, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya. (Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA