Liputanborneo.com, Tenggarong – Selain dikenal sebagai desa agraris, Desa Bukit Raya di Kecamatan Tenggarong Seberang juga memiliki industri lokal yang cukup berkembang, salah satunya adalah produksi batu bata. Industri ini menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian warga, sehingga pemerintah desa berupaya mendorong pengembangannya.
Kepala Desa Bukit Raya, Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan mesin cetak batu bata ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) guna meningkatkan kapasitas produksi masyarakat.
“Usulan tentang bantuan mesin cetak batu bata insyaa Allah juga disanggupi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” kata Hartono dengan penuh harap, Senin (3/3/2025). Dengan adanya mesin ini, diharapkan para pengrajin batu bata bisa meningkatkan jumlah produksi mereka tanpa harus bergantung pada metode tradisional yang lebih lama dan melelahkan.
Desa Bukit Raya dikenal sebagai salah satu sentra penghasil batu bata terbesar di Kutai Kartanegara. Namun, banyak pengrajin masih menggunakan metode manual dalam proses pencetakan, sehingga produksinya terbatas dan membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar.
“Jika mesin cetak ini bisa segera terealisasi, tentu akan sangat membantu para pengrajin dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka,” tambah Hartono. Selain itu, peningkatan produksi batu bata juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru dan lapangan kerja bagi masyarakat desa.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga berencana membentuk kelompok usaha bersama (KUB) untuk mendukung industri batu bata lebih profesional dan terorganisir. Dengan adanya dukungan dari Disperindag dan pemerintah daerah, industri lokal ini diharapkan bisa berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi ekonomi desa.
Ke depan, Desa Bukit Raya akan terus mendorong pengembangan sektor industri kreatif lainnya yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Pemerintah desa juga membuka peluang kerja sama dengan investor atau mitra usaha untuk memperluas pemasaran produk lokal ke daerah lain. (Adv/DiskominfoKukar)







