Search

Pemkab Kukar Gandeng Bulog dan Pinsar Kaltim, Pasokan Beras hingga Ayam Dijamin Stabil

Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani.
Foto: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani.

Liputanborneo.com, Tenggarong – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Salah satu fokus utama dalam program ini adalah memastikan ketersediaan beras, ayam, dan telur dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Pemkab Kukar bekerja sama dengan Perum Bulog yang akan menyuplai 30 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras ini akan dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran guna membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain beras, Pinsar Kaltim juga turut serta dalam program ini dengan menyediakan ayam dan telur dengan harga yang lebih murah dibanding harga di pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan daya beli masyarakat Kukar.

GPM Kukar akan dilaksanakan pada 11-12 Maret 2025 di area parkir Masjid Agung Tenggarong. Penjualan bahan pangan oleh berbagai vendor akan dimulai pukul 09.00 WITA, sedangkan pembukaan resmi acara akan dilakukan setelah sholat Ashar pukul 16.00 WITA.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani, mengungkapkan bahwa rapat persiapan telah digelar dengan melibatkan vendor, distributor, serta perwakilan toko lokal. “Kami ingin memastikan program ini berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Demi kelancaran acara, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kukar juga menjalin kerja sama dengan Bankaltimtara dan Bank Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan lebih efisien, termasuk melalui metode non-tunai.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Pemkab Kukar berharap program ini dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat serta membantu menekan inflasi daerah. (Adv/DiskominfoKukar)

BERITA LAINNYA