Search

Perpustakaan Bung Karno di Sangasanga Akan Diperkuat, Keluarga Siap Sumbang Koleksi Buku

Jumat, 30 Januari 2026

Liputanborneo.com, TENGGARONG – Pengembangan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Patung Bung Karno di Kecamatan Sangasanga tidak hanya difokuskan pada kegiatan seni budaya, tetapi juga pada penguatan fungsi edukasi melalui pembangunan perpustakaan. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi ruang belajar sejarah dan kebangsaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyampaikan bahwa perpustakaan akan menjadi bagian penting dari kawasan RTH dan Patung Bung Karno. Menurutnya, keberadaan perpustakaan di ruang publik terbuka dapat memperluas akses masyarakat terhadap literasi sejarah dan nilai-nilai kebangsaan.

Perpustakaan tersebut nantinya akan melengkapi agenda Soekarno Night yang dirancang sebagai kegiatan rutin seni budaya. Dengan kombinasi aktivitas budaya dan fasilitas literasi, kawasan ini diharapkan tidak hanya ramai secara kegiatan, tetapi juga memiliki muatan edukatif yang kuat.

Menanggapi rencana tersebut, Djarot Saiful Hidayat menegaskan pentingnya penguatan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi sejarah Bung Karno. Ia menilai, perpustakaan harus diisi dengan karya-karya Bung Karno dan literatur pendukung agar benar-benar menjadi ruang belajar yang bernilai.

“Untuk perpustakaan nanti akan kita perkaya dengan buku-bukunya. Kalau perlu, kami siap membantu menyumbangkan karya Bung Karno maupun karya dari Ibu Megawati,” ujar Djarot.

Djarot juga menyatakan kesiapan keluarga besar Bung Karno untuk mendukung pengembangan koleksi perpustakaan tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah bacaan sekaligus memperkuat nilai historis kawasan Patung Bung Karno di Sangasanga.

Dengan penguatan fasilitas perpustakaan dan dukungan kegiatan budaya, kawasan RTH dan Patung Bung Karno diharapkan tumbuh sebagai destinasi edukasi sejarah yang hidup, berkelanjutan, dan mampu menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda di Kutai Kartanegara.

BERITA LAINNYA