Search

Binlat Bintang Pengabdian Bentuk Mental dan Disiplin Peserta, Aidil Ilmi Rasakan Perubahan Pola Hidup

Jumat, 30 Januari 2026

Liputanborneo.com, TENGGARONG – Program Bimbingan dan Latihan (Binlat) Bintang Pengabdian yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi pengalaman berharga bagi Muhammad Aidil Ilmi, pemuda 18 tahun asal Kecamatan Muara Muntai. Melalui pelatihan tersebut, Aidil merasakan perubahan signifikan dalam pola hidup, kedisiplinan, serta kesiapan mental menuju cita-citanya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.

Aidil mengaku sebelum mengikuti Binlat belum sepenuhnya memahami seperti apa dunia pelatihan militer. Namun, sejak hari pertama, para peserta langsung diperkenalkan dengan aturan ketat, jadwal teratur, dan berbagai materi pembentukan karakter. Proses tersebut secara perlahan membentuk kebiasaan baru yang lebih disiplin dan terstruktur.

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Aidil adalah ketika para peserta dibangunkan secara mendadak pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Suara petasan di depan kamar sempat membuatnya panik dan mengira terjadi kebakaran. Situasi tersebut ternyata merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan.

“Saya kaget sekali, langsung panik. Tapi ternyata itu bagian dari latihan supaya kami selalu siap dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, peserta langsung diarahkan keluar kamar dan menjalani latihan fisik. Meski melelahkan, Aidil menilai pengalaman itu melatih kepatuhan terhadap komando dan kesiapan mental. Ia menyebut latihan-latihan semacam itu menjadi pembelajaran penting bagi calon prajurit.

Perubahan pola hidup juga sangat ia rasakan. Jika sebelumnya terbiasa bangun pagi sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WITA, selama mengikuti Binlat Aidil harus bangun lebih awal, menjalani aktivitas terjadwal, serta membiasakan diri hidup disiplin. Selain itu, ia juga diuji secara emosional ketika rasa rindu kepada keluarga mulai muncul.

Bagi Aidil, Binlat Bintang Pengabdian bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan proses pembentukan karakter. Ia berharap program ini terus dilaksanakan dengan durasi lebih panjang dan kuota peserta lebih banyak agar semakin banyak generasi muda Kukar yang terbina dan siap meraih cita-cita sebagai abdi negara.

BERITA LAINNYA