TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan besarnya potensi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sebagai kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI KAHMI dan FORHATI ke-IV Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (16/2/2026) malam.
Menurut Aulia, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menghimpun dan mengonsolidasikan potensi para alumni dari berbagai latar belakang profesi. Ia menilai jejaring alumni HMI yang tersebar di berbagai sektor memiliki kapasitas besar untuk ikut mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Semua latar belakang dan semangat kaderisasi itu menyatu untuk tujuan yang sama, yakni membangun daerah,” ujarnya di hadapan peserta Musda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kukar.
Aulia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah. Ia menyebut, pembangunan Kukar membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kontribusi pemikiran, gagasan, dan jejaring yang dimiliki para alumni HMI.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Membangun Kukar tidak bisa sendiri, harus kolaborasi semua elemen,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan peran KAHMI dengan visi pembangunan lima tahun ke depan yang dirumuskan dalam program Kukar Idaman Terbaik. Menurutnya, semangat kaderisasi, nilai keislaman, dan komitmen kebangsaan yang selama ini menjadi ciri HMI dan KAHMI sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam forum tersebut, Aulia juga resmi terpilih sebagai Koordinator Presidium KAHMI Kukar bersama empat anggota presidium lainnya, yakni Lukman, Marwan, Abdul Rasid, dan Dedy Sudarya. Sementara itu, Ahmad Yani ditetapkan sebagai Dewan Pakar KAHMI Kukar.
Menutup pernyataannya, Aulia menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai salah satu presidium merupakan bagian dari dinamika organisasi serta bentuk komitmen untuk memberikan kontribusi lebih luas, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat Kukar secara keseluruhan.







