Liputanborneo.com, TENGGARONG – Kondisi fiskal daerah yang menantang tidak hanya dilihat sebagai hambatan pembangunan, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong sektor ekonomi alternatif. Hal ini disampaikan Rahmat Dermawan saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Sangasanga, dengan menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Rahmat, ketergantungan daerah terhadap sektor energi dan sumber daya alam yang tidak terbarukan tidak bisa terus dipertahankan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, wilayah seperti Sangasanga perlu mulai menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.
Ia menilai potensi lokal yang dimiliki masyarakat sebenarnya cukup besar untuk dikembangkan. Berbagai kegiatan ekonomi kreatif, produk UMKM, hingga aktivitas seni dan budaya dapat menjadi daya tarik sekaligus sumber penghasilan baru jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan dari pemerintah.
Salah satu peluang yang disoroti adalah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Patung Bung Karno di Sangasanga. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menjadi ikon baru daerah, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif.
Rahmat juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dukungan anggaran pada tahun 2026 untuk membantu pengembangan kelompok UMKM, pelaku seni, serta sektor ekonomi kreatif. Dukungan ini diharapkan mampu memunculkan berbagai ide dan inovasi baru dari masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat momentum pembangunan kawasan tersebut sebagai kesempatan bersama. Jika masyarakat aktif terlibat, maka kawasan yang berkembang dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan kunjungan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.
Dalam pandangannya, masa depan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dan pemerintah untuk berkolaborasi. Dengan penguatan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif, Sangasanga dinilai memiliki peluang untuk tetap tumbuh meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.





