Search

Aulia Rahman Serukan Jaga Kondusifitas Usai PSU Pilkada Kukar: “Kukar Ini Milik Kita Semua”

Sabtu, 19 April 2025
Foto: Calon Bupati Kukar nomor urut 01, Aulia Rahman Basri.
Foto: Calon Bupati Kukar nomor urut 01, Aulia Rahman Basri.

Liputanborneo.com, Kutai Kartanegara – Pasca menunaikan hak pilihnya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2024, calon bupati nomor urut 01, Aulia Rahman Basri, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat: menjaga kondusifitas dan persatuan Kukar di tengah semangat demokrasi.

Dalam keterangannya kepada media, Aulia menegaskan bahwa proses demokrasi tidak boleh menjadi ajang perpecahan. Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, terutama para pendukung dan simpatisannya, untuk tetap menjaga kedamaian serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

“Yang paling penting adalah menjaga kondusifitas, soliditas, dan solidaritas. Kukar ini milik kita semua. Jangan sampai proses demokrasi ini memecah belah kita,” ujar Aulia tegas.

Pilkada Kukar 2024 menjadi sorotan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menggelar pemilihan ulang, menyusul diskualifikasi terhadap calon petahana Edi Damansyah. Dalam situasi yang cukup sensitif ini, ajakan Aulia untuk menjaga stabilitas sosial menjadi sangat relevan dan penting.

Lebih lanjut, Aulia menyampaikan rasa optimisme terhadap hasil PSU, dengan melihat partisipasi warga yang menurutnya luar biasa. Ia menyebut semangat perubahan yang digaungkan dalam kampanyenya bersama Rendi Solihin telah membangkitkan harapan baru di tengah masyarakat.

“Kami yakin, dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa dan kerja keras semua pihak, cita-cita Kukar Idaman Terbaik bisa segera kita wujudkan,” ungkap Aulia.

Ia juga membandingkan semangat masyarakat pada PSU April ini dengan Pilkada sebelumnya di bulan November 2024, menyatakan harapannya agar hasil suara tidak jauh berbeda.

Aulia berharap proses penghitungan dan pengumuman hasil PSU berlangsung secara transparan, jujur, dan damai. Ia juga mengingatkan semua pihak agar menghormati proses dan keputusan akhir yang akan ditetapkan oleh KPU.

“Ini adalah kemenangan seluruh rakyat Kukar, siapapun yang terpilih nanti. Kita harus tetap satu,” tutupnya.

BERITA LAINNYA