JAKARTA – Pemerintah pusat membuka peluang pemberian insentif fiskal dan kemudahan regulasi guna mempercepat kebangkitan industri galangan kapal nasional. Kebijakan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia, yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi industri perkapalan untuk mencari solusi atas ketergantungan terhadap kapal impor.
Dalam forum itu, isu utama yang mengemuka adalah pengamanan permintaan domestik. Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa kemajuan industri galangan sangat bergantung pada keberpihakan pasar dalam negeri. Tanpa jaminan permintaan, produksi lokal sulit berkembang karena kalah bersaing harga dengan kapal impor.
“Kalau mau industri domestik kita maju, permintaan domestik harus kita amankan,” kata Purbaya, menanggapi usulan pembebasan PPN bagi galangan kapal nasional.
Data yang dipaparkan menunjukkan adanya peluang besar bagi industri dalam negeri. Sekitar 2.491 kapal di Indonesia berusia lebih dari 25 tahun dan membutuhkan peremajaan. Namun, selama ini pemilik kapal lebih memilih membeli dari luar negeri karena harga produksi lokal dinilai lebih mahal, terutama akibat biaya bahan baku dan struktur pajak.
Purbaya menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan maksimal selama proses produksi dilakukan di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup kemudahan perizinan, kebijakan fiskal, serta penyesuaian regulasi agar beban biaya industri dapat ditekan. Komitmen ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem galangan kapal yang lebih kompetitif.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menambahkan Presiden Prabowo meminta agar kebutuhan kapal nasional dipenuhi oleh galangan domestik. Ia menilai mahalnya harga kapal dalam negeri bukan sepenuhnya kesalahan pelaku usaha, melainkan dipengaruhi regulasi dan struktur biaya yang belum efisien. “Pemerintah harus membantu pelaku usaha dengan regulasi dan kemudahan,” ujarnya.
Dengan kebutuhan peremajaan armada yang besar dan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan, industri galangan kapal dipandang sebagai sektor strategis jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah seperti Kalimantan Timur, serta pelaku industri diharapkan mampu menjadikan pasar domestik sebagai motor utama kebangkitan perkapalan nasional.







