Search

Kredit Perbankan di Kaltim Masih Bertumpu pada Sektor Tambang, OJK Minta Perubahan

Sabtu, 9 Agustus 2025
Foto : Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Jimmy.

Liputanborneo.com, SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara mengingatkan perbankan untuk segera mengubah arah penyaluran kredit, seiring dorongan menuju ekonomi hijau yang kini menjadi prioritas global. Data terbaru menunjukkan, meski sektor pertanian mulai mendekati angka penyaluran kredit sektor pertambangan, posisi tambang masih dominan di awal tahun ini.

Berdasarkan data OJK, hingga Mei 2025 kredit ke sektor Pertambangan dan Penggalian tercatat sebesar Rp32,85 triliun, hanya terpaut tipis di bawah sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan yang menyerap Rp33,13 triliun. Namun, pada Februari 2025, sektor tambang justru memimpin dengan penyaluran mencapai Rp38,68 triliun, mengungguli sektor pertanian yang berada di angka Rp34,23 triliun.

Sebetulnya kalau kami menilai, ini justru momentum bagus. Karena arah kebijakan kita ke depan adalah mendukung ekonomi hijau,” ujar Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Parjiman, yang akrab disapa Jimmy.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta perbankan menyesuaikan Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Tujuannya, penyaluran kredit tidak lagi hanya berorientasi pada sektor dengan serapan besar, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang.

Kami minta ke depannya perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor yang bukan merupakan sektor yang merusak lingkungan,” tegasnya.

Jimmy menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi strategi mitigasi risiko jangka panjang di tengah transisi energi global. Mengingat Kaltim selama ini dikenal sebagai lumbung energi fosil, perbankan perlu mengantisipasi perubahan agar tidak terjebak dalam pembiayaan berisiko tinggi.

Risiko stranded asset di sektor tambang itu nyata. Kalau perbankan tidak bersiap dari sekarang, bisa terguncang sewaktu-waktu,” bebernya.

Ia memastikan OJK Kaltim-Kaltara akan memperkuat sinergi dengan lembaga jasa keuangan, termasuk melalui edukasi internal dan pemberian insentif pembiayaan hijau.

Dengan langkah bertahap ini, OJK berharap peta penyaluran kredit di Kaltim-Kaltara dapat bertransformasi, meninggalkan ketergantungan pada sektor tambang dan bergerak menuju pembiayaan yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan. (*)

*** Sumber : sapos.co.id

Editor : Rachaddian (dion)

BERITA LAINNYA