Liputanborneo.com, TENGGARONG — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih berlanjut hingga hari keempat, Sabtu (22/8/2026). Tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah blok yang ditemukan titik kebakaran.
Pada hari keempat, penanganan dipusatkan di blok G48 yang masih terdapat titik api. Pemadaman dilakukan bersama Manggala Agni, sementara tim PT Jaya Mandiri Sukses (JMS) menangani sejumlah blok lainnya. Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Novan Fachrozi, menyebut kondisi di sejumlah titik mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Untuk kondisi saat ini titik api sudah berkurang cukup signifikan,” kata Novan dalam laporan penanganan karhutla BPBD Kukar, Sabtu (22/8/2026). Meski titik api berkurang, petugas masih menghadapi tantangan cuaca panas dengan suhu di lokasi mencapai 39 derajat Celsius.
Tim BPBD Kukar melakukan pemadaman mulai pukul 09.50 WITA hingga 17.30 WITA. Setelah kegiatan pemadaman selesai, personel kembali ke posko untuk melakukan koordinasi dan mengevaluasi perkembangan terbaru kondisi karhutla di wilayah tersebut.
Selama empat hari penanganan, luasan area yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 8 hektare. Khusus pada hari keempat, tim berhasil memadamkan sekitar 3,5 hektare lahan. Namun, BPBD Kukar belum dapat memastikan total luas area yang terbakar karena proses pengukuran belum dapat dilakukan.
Penanganan karhutla melibatkan 9 personel BPBD Kukar, 5 personel Manggala Agni, 199 personel PT JMS, serta unsur TNI dan Polri. Petugas menggunakan sejumlah peralatan, seperti mesin pompa, mesin apung, selang pemadam, nozzle dan kendaraan operasional karhutla. Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal di sekitar lokasi dengan lebar sekitar 4 meter dan kedalaman 1,5 meter.
BPBD Kukar memastikan upaya pemadaman dan pemantauan masih terus dilakukan untuk mencegah titik api kembali meluas. Kondisi cuaca yang masih panas menjadi perhatian utama karena dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan potensi munculnya titik kebakaran baru.







