Liputanborneo.com, JAKARTA – Perjalanan ibadah umrah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama keluarga menjadi perhatian publik. Selain karena statusnya sebagai tokoh nasional, momen kebersamaan yang terekam selama berada di Tanah Suci dinilai menghadirkan sisi personal yang jarang terlihat di ruang publik.
Dalam dokumentasi yang beredar, Megawati tampak menjalankan rangkaian ibadah dengan khusyuk. Ia didampingi putra-putrinya, termasuk Prananda Prabowo. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah saat prosesi tahalul, ketika Prananda mencukur sebagian rambut ibunya sebagai simbol selesainya rangkaian umrah.
Prosesi tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Tahalul merupakan bagian penting dalam ibadah umrah yang menandai berakhirnya sejumlah larangan ihram. Dalam suasana penuh kekhidmatan, keluarga Megawati terlihat larut dalam doa, memperlihatkan kehangatan hubungan antara ibu dan anak di tengah momentum spiritual.
Ibadah umrah itu dilaksanakan di Mekah, dengan rangkaian kegiatan di Masjidil Haram. Sejumlah foto menunjukkan Megawati berjalan berdampingan dengan keluarga saat menunaikan tawaf dan sa’i, dua rukun utama dalam ibadah tersebut.
Pengamat sosial menilai, perjalanan spiritual ini bukan sekadar agenda ibadah pribadi, tetapi juga mencerminkan pentingnya nilai keluarga dalam kehidupan seorang tokoh publik. Di tengah dinamika politik nasional, momen umrah itu memperlihatkan Megawati dalam peran yang lebih intim sebagai ibu dan kepala keluarga.
Respons warganet terhadap dokumentasi tersebut pun cenderung positif. Banyak yang menilai kebersamaan itu menjadi potret sederhana tentang ketulusan dan kedekatan keluarga. Perjalanan ibadah ini diharapkan membawa keberkahan serta menjadi refleksi spiritual bagi Megawati dan seluruh anggota keluarga yang turut serta.





